Juni 2026 harga Dollar terhadap Rupiah diangka Rp 18.000,
ini tentu menakutkan karna masih banyak barang Indonesia yang di Import bahkan
bahan baku yang bisa di produksi di Indonesia harus dibeli dengan harga yang
mahal. Sedangkan Export jadi sangat murah, lucunya kita masih asik saja dengan
berita berita tentang perlendiran bahkan mebuat lelucon dengan segala kalut,
hebat memang masyarakat Indonesia.
Kalau dilihat dari sisi lain, banyak juga negara mandiri
yang kuat, seperti Iran yang sekarang sangat kuat tanpa Dollar, bahkan mata
uang mereka tak ada harganya, namun disisi lain semua di dalamnya tertata rapi,
masyarakat saling bantu harga minyak murah, hasil jeri payah mereka di nikmati
sendiri, kekuatan militer mereka pun tak main main, bukan sekedar isapan jempol
bahkan negara sekelas Amerika pun ketar ketir dibuatnya.
Sangat jauh kalau membandingkan Iran dengan Indonesia,
seperti meniup ban mobil menggunakan mulut, ya bukan sesuatu yang bisa di bandingkan,
SDM kita bahkan dengan tetangga pun masih belum akur, jangakan itu, mungkin
memaknai hidup untuk diri sendiri saja belum bisa, walaupun tidak semua,
kesemerautan itu biasanya ada di pulau kecil menguasai semuanya, Jawa…
Sudah banyak cerita tentang dan rumor tentang Java Centris bahkan di zaman Belanda pun
begitu, tak usah jauh jauh, sedikit saja bergeser ke Desa terlalu jauh
perbedaan pola pikir, bukan maksudku membandingkan, hanya menyayangkan, terlalu
manya emas yang di terlantarkan, sudah banyak ide yang terkuras di Desa namun
akhirnya hilang begitu saja oleh berita berita FOMO tentang Wanita Tobrut yang
sedang viral atau mas mas yang Ganteng secara sarkas.
Harus seperti apa dan bagaimana? Pada dasarnya caranya sudah
ada dari dulu, bahkan itu yang dilakukan dari dulu dulu, menguatkan sektor desa
karna itu adalah akar, sayangnya yang seharusnya menjadi sekunder, malah
menjadi primer, yang di takutkan pola pikir masyarakat berubah karna terlalu
cepatnya informasi, atau di jejali berita yang tak penting bahkan negative.
0 komentar:
Posting Komentar