Beberapa yang aku ingat, aku berkuliah dengan sobatku Salmat di suaru perguruan tinghi yang sepertinya bergengsi tang dulunya mungkin itu adalah MtsN Sukasari, mungkin masih banyak orang yang aku kenal... Tapi Salman yang paling jelas, kita tak banyak belajar, dan beberapa daat kemudian saat di ruang kelas aku mendapat celmek yang ada namanya, dan seperti biasa pengejaan namaku salah.. kurang huruf 'H'
Berlanjut disana kita berganti ruang belajar, Salman sepertinya mengincar salah satu wanita cantik disana... Aku hanya berbaur dan berkenalan dengan seorang wanita... Kalau tidak salah namanya Rafa, dia sedikit jutek tapi sepertinya dia baik, dan satu lagi gadis yang cantik, tapi aku lupa namanya, dia ternyata satu angkatan dengan Thariq sobatku yang umurnya diatasku 2 tahun, seprang lulusan S2 di Unpad, dan dia mengenalnya.
Entah kenapa aku melihat Yanti saat berjalan menuju ruang kelas
.. dia seperti ingin menyebrang tali tapi di soraki seperti ingin bunuh diri, aku tak tau pasti, aku hanya berjalan hingga di depan ruang kelas yang seperti puing puing, padahal ruang kelas yang lain sangat elegan, walaupu tadi di salah satu lorong, ada yang menyemprotkan pilok di depan penjaga sekolah.
Yanti ada di liar ruang kelas, sekilas seperti terjadi kegaduhan, Salman dan orang orang di kreas tadi menghilang, dan tiba tiba ada adik ku di sampingku, dan Bapakku, posisi kami di ruang krlas puing puing, di bawah aku lihat siswa dari sekilah lain sedang sibuk memainkan bom atom bekas sepertinya, mereka memukul pemicunya kr batu dan meledak keras hingga si pemukul musnah, dan dari selongsong bom itu luncul makhluk seperti di game Resident Evil, beberapa orang mznjerit, aku hanya bingung.
Adiku sedang berlatih seperti kayang dan menyundul bola, entah mengapa Bapakku mengajak Yanti masuk, ternyata dia jago dalam permainan itu, sepertinya itu sebuah permainan, aku juga ternyata jago bermain itu... Dan saat sudah agk kelelahan Yanti tertidur di samping adiku, aku di posisi paling ujung setelah adiku, kita tidur berjejer, ingin sekali rasanya memeluknya dan meminta maaf tapi... Suasana langsung berganti.
Aku dan Bapaku berada di suasana seperti game World of Warcraft dan aku mempunyai level tinggi, yang hanya menjadi tour guide nya bapakku, dan bapakku lengalahkan beberapa monster, aku memijam kendaraannya untuk pergi ke suatu tempat yang aku sendiri tidak tau, Bapakku kuminta untuk menunggu sebentar, ada beberapa waktu aku sangat lupa posisi ini, intinya aku tak mendapatkan apapun saat kembali, kulihat di Map seperti di galr, bapakku kembali ke puing puing kelas, aku hanya berkendara menuju ke telpat yang sudah dijanjikan, Yanti masih di puing puing itu, baoakku dan aku bertelu dan membicarakan beberapa momen yang aku sendiri lupa, akihrnya aku terbangun..
6.03
Thahir
17/06/19
Berlanjut disana kita berganti ruang belajar, Salman sepertinya mengincar salah satu wanita cantik disana... Aku hanya berbaur dan berkenalan dengan seorang wanita... Kalau tidak salah namanya Rafa, dia sedikit jutek tapi sepertinya dia baik, dan satu lagi gadis yang cantik, tapi aku lupa namanya, dia ternyata satu angkatan dengan Thariq sobatku yang umurnya diatasku 2 tahun, seprang lulusan S2 di Unpad, dan dia mengenalnya.
Entah kenapa aku melihat Yanti saat berjalan menuju ruang kelas
.. dia seperti ingin menyebrang tali tapi di soraki seperti ingin bunuh diri, aku tak tau pasti, aku hanya berjalan hingga di depan ruang kelas yang seperti puing puing, padahal ruang kelas yang lain sangat elegan, walaupu tadi di salah satu lorong, ada yang menyemprotkan pilok di depan penjaga sekolah.
Yanti ada di liar ruang kelas, sekilas seperti terjadi kegaduhan, Salman dan orang orang di kreas tadi menghilang, dan tiba tiba ada adik ku di sampingku, dan Bapakku, posisi kami di ruang krlas puing puing, di bawah aku lihat siswa dari sekilah lain sedang sibuk memainkan bom atom bekas sepertinya, mereka memukul pemicunya kr batu dan meledak keras hingga si pemukul musnah, dan dari selongsong bom itu luncul makhluk seperti di game Resident Evil, beberapa orang mznjerit, aku hanya bingung.
Adiku sedang berlatih seperti kayang dan menyundul bola, entah mengapa Bapakku mengajak Yanti masuk, ternyata dia jago dalam permainan itu, sepertinya itu sebuah permainan, aku juga ternyata jago bermain itu... Dan saat sudah agk kelelahan Yanti tertidur di samping adiku, aku di posisi paling ujung setelah adiku, kita tidur berjejer, ingin sekali rasanya memeluknya dan meminta maaf tapi... Suasana langsung berganti.
Aku dan Bapaku berada di suasana seperti game World of Warcraft dan aku mempunyai level tinggi, yang hanya menjadi tour guide nya bapakku, dan bapakku lengalahkan beberapa monster, aku memijam kendaraannya untuk pergi ke suatu tempat yang aku sendiri tidak tau, Bapakku kuminta untuk menunggu sebentar, ada beberapa waktu aku sangat lupa posisi ini, intinya aku tak mendapatkan apapun saat kembali, kulihat di Map seperti di galr, bapakku kembali ke puing puing kelas, aku hanya berkendara menuju ke telpat yang sudah dijanjikan, Yanti masih di puing puing itu, baoakku dan aku bertelu dan membicarakan beberapa momen yang aku sendiri lupa, akihrnya aku terbangun..
6.03
Thahir
17/06/19