Tampilkan postingan dengan label Sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sampah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2019

Di Gang Rumah Wawan

Menjadi seseorang yang loyal, dan mencintai pekerjaannya...

Aku tidak bisa berkata banyak soal loyalitas, karna aku bukan orang yang seperti itu, aku belum mendapatkan sesuatu yang aku sukai dan aku cintai, sedang aku tetap harus bekerja.

Bahkan tidak sekali 2 kali aku iri kepada teman temanku yang begitu mudahnya mendapat sesuatu yang dia inginkan seakan benar benar dimudahkan jalannya, sedang aku selalu sulit menggapai yang aku inginkan, entah memang aku hanya melihat suatu hasil dari usahanya, atau memang benar suatu kemudahan selalu datang kepadanya.

Ayahku selalu bilang, berdoalah kepada Tuhan agar dimudahkan jalan, tentu aku sering melakukannya dulu, sekarang....?
Sekarang aku menjadi malu, aku merasa diri hanya hamba yang rajin mengeluh tanpa usaha, dan lebih buruknya lagi sekarang tanpa berdoa.

Dalam pikiranku masih terlalu liar, tidak terpusat dan memikirkan hal hal yang tidak penting, aku sangat membenci diriku yang tak bisa menjadi orang yang stagnan di suatu sisi, seperti yang kau tau sendiri, orang orang besar selalu mempunyai spesialisasinya sendiri, sedang aku?

Setiap hari hanya bertambah masalah, yang kadang membuat aku depresi dan memaki Tuhan.

Aku sangan bersyukur mempunyai Tuhan yang Maha Sabar, dan memaklumi hambanya yang tak tau diri ini.

Disisi lain..
Aku juga orang yang berusaha, tentu...
Aku tak ingin diam saja terpuruk, tapi apa yang aku lakukan sanyangnya tidak menghasilkan apa apa, bahkan hanya memperburuk keadaan dan membuang buang waktu.

Orang datang kepadaku dengan keluhan mereka, dan aku hanya mendengarkan seperti pesikolog ulung dan memotivasi...
Beberapa berhasil... lebih banyak yang gagal.

Lagi pula aku ini siapa? sedang aku sendiri tak bisa memotivasi diriku sendiri, sekarang aku harus memotivasi orang lain..? sudah gila aku?

Aku sulit menolak dengan orang orang yang datang kepadaku hanya saat butuh saja, sisi jahatku ingin berteriak, di sisi aku aku juga terpojok, bingung harus melakukan apa.

Bahkan disini saat aku menulis sedikitnya aku lega... ya sedikit
Aku sangat membutuhkan orang yang membuat aku terpacu dan berambisi untuk maju, sayangnya aku belum dapatkan itu....

Tuhan...
Share:

Rabu, 16 Oktober 2019

Aiiiissssshh.....

Dan semua menjadi oleh siapa, dengan siapa, dan tentang siapa

Masih sering terngiang ngiang beberapa orang yang menginspirasiku, yang dia bertkata jangan suka mengutip kata orang lain, tapi disisi lain saat aku mengingatnya aku mengutip kata katanya....

Aku sebagai orang yang egois setuju dan berpendapat bahwa kata kata bijak tak berpengaruh besar kepada orang yang keras kepala, dan disisi lain petuah itu datang dari agama, yang mau tidak mau biasa di benarkan tanpa kompromi.

Orang tua dulu selalu punya prinsip apa yang ada dalam agama adalah benar, aku pun kadang berfikir demikian, tapi aku bukan orang yang bisa secara gamblang membenarkan suatu pernyataan dan mengutip kata kitab saat berdiskusi.

Kadang aku berfikir kitab adalah kumpulan pengalaman dari orang dahulu, tapi orang tua bilang kita adalah pedoman hidup dalam arti itu adalah jalan menjadi manusia yang orisinil dan jalan yang baik menuju Tuhannya.

Tapi disisi lain jalan yang lurus itu sangat membosankan, hanya mengikuti peraturan tanpa membangkang, dan tersesat, bahkan tak ada waktu untuk menertawakan kebodohan kebodohan yang dilakukan, apa aku memang harus benar di hari tua saja? Sedang muda hura hura bergelimpangan dunia jungkir balik dan tersungkur. dan ujungnya kembali lagi ke jalan sesuai pedoman.

Tuhan yang menciptakan dunia penuh teka tki, dan dia ciptakan manusia menjadi makhlus yang tak tau diri, sehingga mencari dirinya sendiri dan coba sana sini.

ayyyayaaaay, otak ku panas memikrkan keTuhanan sedang diri sendiri saja aku tak tau seperti apa.
Share:

Selasa, 09 April 2019

Curhat #1

09/04/19

  Aku akan mengeluh disini, yup sudah makin habis saja sisa hidupku di Dunia ini, mungkin umurku masih tergolong muda untuk mengatakan ini, sedang fisiku juga masih sehat sehat saja, dan masih banyak juga yang ingin aku lakukan sebenarnya. Tapi jika berbicara kematian pun aku sangat takut, entah dari segi agama ataupun beberapa hal yang belum aku lakukan di Dunia ini.

  Jika diperhatikan aku sekarang sudah hidup di akhir zaman, aku pun berperan sebagai penipu ulung pada diriku sendiri, mungkin beberapa kata yang meninggi agar terlihat terpandang, pada akhirnya sia - sia juga karna memang taka ada guna kupikir. Tapi apa daya sudah terucap dari pada malu mungkin pikirku.

  Sedikit -  sedikit aku berniat untuk berubah menjadi arah yang lebih baik, bisa mengontrol diriku sepenuhnya, tak terbawa emosi, apa lagi nafsu, kadang aku suka menghukum diriku dengan hal hal konyol, aku juga sulit bersungguh sungguh, menjadi pemalas dan bangga, itu sangat konyol aku rasa, tapi terjadi begitu saja, beberapa kebiasan buruk pun masih aku lakukan saat di SMP, dan aku mengakuinya, mudah sekali melakukan hal bodoh seperti itu.Mood ku juga mudah sekali berubah, ya walaupun beberapa hal aku menjadi sedikit aku dewasa, yang membuat aku sedikit mudah bergaul dengan beberapa orang karna biasa banyak baca yang tidak penting. aku masih berfikir aku akan menjadi apa nanti, aku sendiri berfikir enaknya menjadi kaya dan berfoya foya kadang kadang, kadang juga menjadi sangat peduli, ay ay ay di umur sekarang ternyata aku masih sangat labil.

  Ya sekarang sudah memasuki final skripsiku dan aku masih belum bisa apa apa dalan IT aku masih jauh untuk mengerti dan aku hanya punya angan - angan kosong dan pandai berbicara tinggi. kadang aku juga mudah bosan bahkan saat seperti ini aku berfikir agar cepat instan menyelesaikan tulisan ini, bukan berniat agar tulisan ini mudah dibaca oleh para tamu. Rasa frustasi berfikir siapa pula yang datang ke Blog ku ini. Huuuh mungkin terlalu panjang lebar ya kan? aku sampai bingung mau menuliskan apa lagi, sedangkan di otaku masih menggerutu, rasanya ingin menangis sejenak di pangguan seseorang entah siapa tapi aku sungguh malu. Aku juga tak mau orang lain terbebani dengan semua perasaanku toh jika kalian membaca ini biarkan saja, aku juga mungkin akan bersikap tidak peduli, menganggap tulisan ini tak pernah di posting ha ha ha

  Jalannya masih panjang aku hanya diam di peistirahatan sejenak. Mau jadi apa? entah, aku sekarang seperti ingin sendiri tapi diperhatikan, atau bagaimana, ini semua kacau balau, sial.
Share: