Dan semua menjadi oleh siapa, dengan siapa, dan tentang siapa
Masih sering terngiang ngiang beberapa orang yang menginspirasiku, yang dia bertkata jangan suka mengutip kata orang lain, tapi disisi lain saat aku mengingatnya aku mengutip kata katanya....
Aku sebagai orang yang egois setuju dan berpendapat bahwa kata kata bijak tak berpengaruh besar kepada orang yang keras kepala, dan disisi lain petuah itu datang dari agama, yang mau tidak mau biasa di benarkan tanpa kompromi.
Orang tua dulu selalu punya prinsip apa yang ada dalam agama adalah benar, aku pun kadang berfikir demikian, tapi aku bukan orang yang bisa secara gamblang membenarkan suatu pernyataan dan mengutip kata kitab saat berdiskusi.
Kadang aku berfikir kitab adalah kumpulan pengalaman dari orang dahulu, tapi orang tua bilang kita adalah pedoman hidup dalam arti itu adalah jalan menjadi manusia yang orisinil dan jalan yang baik menuju Tuhannya.
Tapi disisi lain jalan yang lurus itu sangat membosankan, hanya mengikuti peraturan tanpa membangkang, dan tersesat, bahkan tak ada waktu untuk menertawakan kebodohan kebodohan yang dilakukan, apa aku memang harus benar di hari tua saja? Sedang muda hura hura bergelimpangan dunia jungkir balik dan tersungkur. dan ujungnya kembali lagi ke jalan sesuai pedoman.
Tuhan yang menciptakan dunia penuh teka tki, dan dia ciptakan manusia menjadi makhlus yang tak tau diri, sehingga mencari dirinya sendiri dan coba sana sini.
ayyyayaaaay, otak ku panas memikrkan keTuhanan sedang diri sendiri saja aku tak tau seperti apa.
0 komentar:
Posting Komentar