Ok... selamat malam semua
gw ngak bias tidur sueee
jam 1.28, 12/10/18
Agak bingung gw mau nulis apa, biasanya gw baca atau denger Cak Nun biar cepet tidur, tapi ngak tau gw antara niat ngak niat untuk tidur, jadi... gw bakal sedikit cerita atau diskusi tentang beberapa hal yang sedikit ngeganggu gw.
Jadi begini... wkwkwk
Gw sedikit iri dengan perkembangan artis luar negeri yang gw rasa bakat mereka sangat luar biasa, terutama arti film, yup... diantara mereka bahkan sangat multi talent di usia yang sangat muda, entah memang perkembangan zaman yang terlalu cepat atau gw yang terlalu lambat mengikuti zaman. gw liat dari merekan di umur sangat belia sudah bisa menghasilkan atau membuat karya seni yang gw bilang wow, jika dilihat dari umurnya mereka masih berumur 15 tahun bahkan belum 17, tapi bakat bakat mereka sudah sangat menjual dan mumpuni, gw mengukur kepada diri gw di umur 15 tahun yang masih sibuk bermain ketapel dan bersepeda kesana kemari, bahkan masih belum mengerti diri sendiri, dan terkesan ikut ikutan.
Tapi disisi lain mereka begitu karna mereka mempunya fasilitas yang sangat mumpuni juga, dan rata rata terlahir dari keluarga yang terbilang mampu,di luar negeri khususnya eropa dan amerika, seperti hal yang tidak ane jika ada artis dari Negara tetangga menjadi terkenal di Negara lain, karna memang bahasa mereka yang tidak jauh berbeda, dan budaya mereka juga hampir sama, bisa dilihat seperti di Amerika, banyak artis artis dari kanada yang jadi terkenal di Negara paman Sam, dan juka melihat disana sudah tidak aneh jika ada warga asing yang berseni disana, kita ambi contoh seperti Rich Brian, Agnes Moo, seper santai saja tidak terkain suatu status Negara, berbeda di Asia Tenggara yang katanya bersetatus MEA, untuk bekerja saja birokrasinya sangat berbeli, dan juga mungkin dari segi bahasa dan budaya masing masing Negara tetangga sangat jauh berbeda, ditambah lagi suatu hal yang lucu tetangga saudara di suatu Negara malah bermusuhan dan menjadi rizal di sekala ikan teri, ini hal yang sangat konyol jika diperhatikan.
Ya budaya sangat berbengaruh di Asia tenggara ini, ada Negara yang sangat tertutup, ada yang katanya terbuka tapi tetap tertutup, bahkan ada yang sebaliknya, lucu sekali, disampi itu hal ini diberatkan di sisi birokrasi yang sangat berbelik, dan banyak penyelewengan dari oknum oknum yang mengatas namakan admisitrasi untuk menambah uang jaja, ehh bentar kok jadi ngomong ke politik ya...
ya tapi mau bagaimana lagi factor itu bisa dibilang sangat menunjang, tapi disisi lain mungkin gw pribadi hanya melihat dari sisi film yang biasanya terlihat baik, padahal mungkin dilapangan sana tetap saja sama busuknya di suatu Negara, bahkan SARA sudah makanan sehari hari, dilihat lagi kasus bully sangat parah di tegara tersebut, di Indonesia sendiri hal itu masih sangat kecil, tapi terlalu di bear besarkan di dunia perfilman seakan akan anak anak didik untuk bisa membully teman yang kekurangan, suiatu didikan tv yang konyol dan masih boleh di pertotonkan, seperti yang sudah dibilan tadi birokrasi seakan menjadi mudah saat uang sudah berbicara, sangat miris sekali
ya mungkin sekian dari gw memang gw ngak ngasih solusi, ini hanya sudut pandang gw ngak usah diambil ribet terima kasih.