Senin, 17 Juni 2019

CeMim #1

  Beberapa yang aku ingat, aku berkuliah dengan sobatku Salmat di suaru perguruan tinghi yang sepertinya bergengsi tang dulunya mungkin itu adalah MtsN Sukasari, mungkin masih banyak orang yang aku kenal... Tapi Salman yang paling jelas, kita tak banyak belajar, dan beberapa daat kemudian saat di ruang kelas aku mendapat celmek yang ada namanya, dan seperti biasa pengejaan namaku salah.. kurang huruf 'H'
 
  Berlanjut disana kita berganti ruang belajar, Salman sepertinya mengincar salah satu wanita cantik disana... Aku hanya berbaur dan berkenalan dengan seorang wanita... Kalau tidak salah namanya Rafa, dia sedikit jutek tapi sepertinya dia baik, dan satu lagi gadis yang cantik, tapi aku lupa namanya, dia ternyata satu angkatan dengan Thariq sobatku yang umurnya diatasku 2 tahun, seprang lulusan S2 di Unpad, dan dia mengenalnya.

  Entah kenapa aku melihat Yanti saat berjalan menuju ruang kelas
.. dia seperti ingin menyebrang tali tapi di soraki seperti ingin bunuh diri, aku tak tau pasti, aku hanya berjalan hingga di depan ruang kelas yang seperti puing puing, padahal ruang kelas yang lain sangat elegan, walaupu tadi di salah satu lorong, ada yang menyemprotkan pilok di depan penjaga sekolah.

  Yanti ada di liar ruang kelas, sekilas seperti terjadi kegaduhan, Salman dan orang orang di kreas tadi menghilang, dan tiba tiba ada adik ku di sampingku, dan Bapakku, posisi kami di ruang krlas puing puing, di bawah aku lihat siswa dari sekilah lain sedang sibuk memainkan bom atom bekas sepertinya, mereka memukul pemicunya kr batu dan meledak keras hingga si pemukul musnah, dan dari selongsong bom itu luncul makhluk seperti di game Resident Evil, beberapa orang mznjerit, aku hanya bingung.

 Adiku sedang berlatih seperti kayang dan menyundul bola, entah mengapa Bapakku mengajak Yanti masuk, ternyata dia jago dalam permainan itu, sepertinya itu sebuah permainan, aku juga ternyata jago bermain itu... Dan saat sudah agk kelelahan Yanti tertidur di samping adiku, aku di posisi paling ujung setelah adiku, kita tidur berjejer, ingin sekali rasanya memeluknya dan meminta maaf tapi... Suasana langsung berganti.

  Aku dan Bapaku berada di suasana seperti game World of Warcraft dan aku mempunyai level tinggi, yang hanya menjadi tour guide nya bapakku, dan bapakku lengalahkan beberapa monster, aku memijam kendaraannya untuk pergi ke suatu tempat yang aku sendiri tidak tau, Bapakku kuminta untuk menunggu sebentar, ada beberapa waktu aku sangat lupa posisi ini, intinya aku tak mendapatkan apapun saat kembali, kulihat di Map seperti di galr, bapakku kembali ke puing puing kelas, aku hanya berkendara menuju ke telpat yang sudah dijanjikan, Yanti masih di puing puing itu, baoakku dan aku bertelu dan membicarakan beberapa momen yang aku sendiri lupa, akihrnya aku terbangun..

6.03
Thahir
17/06/19
Share:

Selasa, 11 Juni 2019

Ngayal #4 Venezuela

Selamat malam Nok..
  Sedikit lebih malam aku menulis ini..
  Ya aku baru beres mengurus motor tua ku, kau tau sendiri lah selain memang hobi, aku juga tak punya pilihan lain selain merawatnya, karna itu satu satunya kendaraan ku di tanah Industri ini, jadi untung sekali aku mempunya hobi ini, aku tak terlalu merasakan resah saat mengutak ngatik motor antik ini. Hari ini aku madi sore lagi loh, suatu kemajuan yang mungkin bisa aku banggakan di depan Bapak ku nanti, kau tau sendiri lah dia sering ngomel urusan kebersihan, dan kamu tau sendiri kita mempunyai beberapa kesamaan soal kamar mandi, tapi bedanya kamu lebih pintar merawat diri, facial sana sini jadi tertutup lah semua itu, eh aku tau dari mana? Bukan kah kau yang cerita sendiri ya Nok? Ha ha ha.

  Sudah hampir 2 hari ini aku mengkonsumsi mie instan, jujur saja aku tak betah tapi mau bagai mana lagi warung masih tutup disini karna para pengusaha rumah makan sepertinya merindu di kampung halamannya, aku bisa apa, sedangkan yang buka tinggal rumah makan Padang di pinggir jalan sana, ya kau tau sendiri bukannya aku tak suka makan rendang setiap hari, tapi dompetku tidak memadai untuk seperti itu, jadi terpaksa lah mie instan lagi masuk ke perutku ini. Oh iya aku hari ini lupa untuk membeli beras kiloan, aku terlalu sibuk memikirkan adik ku di kampung, begini aku sayang loh sama adik ku, memang kamu saja yang sayang sama adik adik mu di kampung, aku juga seorang kakak nok, tak mau kalah lah aku dengan mu, terlebih kamu seorang perempuan, eh bukan maksudku merendahkan kamu loh, malah aku kagum dan belajar banyak dari kamu soal mencintai adik he he he, aku juga masih ingat pinta kamu yang bilang untuk di doakan di setiam jum'atan diantara 2 khutbah yang katanya mujarab itu, entah terkabul apa tidak, jikalau ia bukan karna doaku Nok, itu karna kami gigih dengan keinginan mu, toh doaku tak seberapa dengan doa orang tuamu dan adik adik mu itu.

  Sepertinya kamu masih di kampung ya? Wah jujur aku ngak tau, sekarang paling aku hanya memperhatikanmu sekilas, sedikit jual mahal ha ha, enggak juga sih emang aku sudah jarang lihat status mu, bukannya sombong, buktinya aku masih tau kamu lagi dimana.. karna aku tau kamu orangnya narsis Nok he he he, jangan marah, aku cuman mengatakan pendapatku toh. Oh iya entah kenapa aku jadi terfikirkan Venezuela saat ingin membaca buku, kata kata nya sedikit mengarah kesana soalnya, ya kau juga pecinta teori konspirasi kan Nok, apa lagi soal Bumi datar yang dulu sedikit gempar, yang akhirnya masa bodoh, entahlah yang kita tau permainan elite atas sangat mengerikan Nok, ya seperti apa ya... Jika dikatakan Tuhan mungkin terlalu naif, karna mereka tak ada apa apanya, tapi nyatanya mereka skumpulan orang jahat menurutku yang senang mempermainkan lita, bahkan menghancurkan suatu negara seakan sangan mudah, karna pasar mereka yang memegang, itu sangat mengerikan sih kalau di pikir pikir, bahkan soal konspirasi turunnya Soekarno saja aku masih pikir pikir mereka terlibat, dan sepertinya memang seperti itu.

  Manusia itu mudah diadu domba dan mudah berubah Nok, ya ngak sih? Coba pikir pikir, dari tahun ke tahun saja selalu ada cerita baru dan pasti sangat di ingat, aku sih seperti itu, ngak tau kalau kamu, hidup ku seakan seperti roller coaster yang naik turun entah kapan berhenti, cepat sekali, dan terlihat, mengerikan ha ha ha.

  Sebenarnya aku ingin berbicara panjanh lebar, tapi aku sudah terlalu malam menulis ini, nanti mungkin aku lanjut, karna ini pembahasan sedikit runyam.. ya sedikitnya kau paham kan, tapi entah tertarik atau tidak aku tak tau, karna kau tau sendiri aku memang sedikit aneh saat berfikir, mohon di maklum lah.


Thahir
Cikarang 2019
Share:

Senin, 10 Juni 2019

Ngayal #2

  Selamat malam nok...
  Ini jadi terlihat seperti Diary ya? ah tapi sudah lah aku tak peduli, lagi pula aku juga malas berbagi cerita secara lisan kepada orang lain, takutnya aku brtharap lebih, tapi kenyatraanya tidak sebanding dengan yang aku harapkan. Jadi begini beberapa bulan terakhir aku jadi sulit ubtuk fokus, awalnya hanya di tempat kerja, sekarang malah merembet ke pribadiku, ya aku tau aku bukanlah orang yang disiplisn, ayakhku juga sering memarahiku tentang persoalaan ini, dia bilang semua diatur dengan waktu sholat, tidak salah memang, tapi mungkin aku saja yang belum mendapat cara dan alasan yang tepat untuk sholat, aku akui saaat sholat aku merasa nyaman dan sangat bersalah, itu membuatku selalu ingin menangis tapi tidak mengeluarkan air mata, itu sangat mentyebalkan kau tau...

  aku mencoba beberapa kali untuk fokus, aku mengira memang aku kurang tidur, tapi memang waktu tidurku menjadi buruk saaat sudah di perantauan, entah itu efek dari pergaulanku yang salah atau memang akunya yang salah, tapi yang pasti memang aku yang salah karna tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Nok kau tau ini sangant menggangu, ya apalagi aku memeang malas dan tak terlalu senang untuk diingatkan, aku merasa seperti anak kecil, dari pencarian diri ini membentuk diriku menjadi pribadi yang suka mengkritik diriku sendiri, selalu mengevaluasi, tapi jeleknya itu hanya semata mata omong belaka,bahkan sesudah aku memikirkannya, bisa saja aku melakukan hal yang salah lagi dan lagi, belum ada efek jera. eh maaf aku malah jadi curhat he he he

  tak ada yang spesial sih hari ini, seperti biasa, aku kerja, sedikit basa basi meminta maaf bahkan dengan orang yang aku tidak kenal, aneh memang tapi mau bagai mana lagi, basa basi seperti itu sepertinya di perlukan, atau aku saja yang terlalu berfikiran negatif kepada orang orang di sekitarku, aku seakan tak bisa hidup tanpa internet, tapi bisa di lihat sekarang memang sulit melepas itu, menjadi candu, aku bisa melepas semua barang elektronik juka aku ada teman ngobrol, itu pun kalau asik, kalau tidak ya kembali bermain hp, menjijikan  terdengarnya bukan...

  Oh ya kucing kucing depan kontrakan ku masih meminta makan kepadaku, aku lupa tidak membelinya makanan, sial sekali, mungkin besok aku akan pergi ke toko hewan untuk membeli beberapa makanan untuk mereka, Disini sekarang aku tidur ditemani semut semut menyebalkan yang merayapi tibuhku, entak kenapa padahal tak ada makanan di sekitarku, aku nmencoba mencari sarang mereka tapi hasilnya nihil, bukannya aku benci semut ya, mereka hewan lucu berantenan dua yang senang membersihkan sisa sisa makanan, cuman mereka merayapi tubuhku, membuat rasas geli, kadang malah mengigit di bagian yang sulit aku jangkau, ah menyebealkan.

  aku lihat sepertinya aku hanya berkeluh kesah ya Nok..? kalu malas kah? ya memeang mendengarkan keluh kesah orang menyebalkan, but lagi pula aku sedang berkhayal bercerita dengan diriku sendiri ha ha ha, mungkin ku sudahi aku akan mencoba tidur cepat hari ini, aku berniat memperbaiki waktu tidurku untuk sementara

Selamat malam

Thahir
Cikarang 2019
Share:

Minggu, 09 Juni 2019

Ngayal #1

  Malam Nok...
Hei bagaimana mudik mu? Aku mungkin hanya sekedar lihat dari status media sosialmu, dan sisanya seperti biasa aku hanya mengira ngira. Oh ya mudik ku lancar lancar s aja tak ada beberapa hal yang terlalu berarti, entahlah aku sedang malas berfilosofi ini itu Nol, hahaha santai saja aku tau kok mungkin kau tak terlalu ingin mendengar ini, lagi pula siapa kamu? Bahkan aku hanya berfantasi saja seakan engkau berupa.

  Disini dan saat aku menulis ini aku seperti anak SD yang disuruh penceritakan liburan sekolahnya, ah jadi rindu.. ya lebaran kali ini aku mungkin aku merasa diri sangat berbeda, dan memang sepertinya seperti itu... Tapi yang jelas aku masih kaku berbicara dengan Om ku yang ku kagumi itu, kau tau kan? Aku pernah cerita kepadamu beberapa orang yang aku kagumi dalam hidupku, dan kamu masuk dalam list itu, ingat tidak? Mungkin saja tidak lagi pula masih banyak yang perlu kau ingat dari pada cerita ceritaku yang terdengar egois kalau aku kaji lagi he he he.

  Aku baru sampai, oh ya aku lebaran ini bawa CB, awalnya sih aku sedikit takut kalau ada kendala di jalan, maklum motor tua... Tapi jujur membawa motor tua di perjalanan jauh itu sangat nikmat nok, ya mungkin beberapa orang bilang itu sengsara, menurutku sengsara membawa nikmat sih, karna saat dia mogok aku merasa keren memberbaikinya di jalan, walaupun cuman mengganti businya saja ha ha ha.

  Mudik tahun ini memang aku rasa sedikit kemacetan, bersyukurlah... Entah kenapa aku berfikiran dengan adanya mudik itu malah mencirikan hal negatif? Ha ha ha aku terlalu kritis ya? Maaf tapi aku adil kok, aku mengkritik juga diriku jadi kalau kau tak suka beberapa perilaku ki, aku siap kok mendengarnya.

  Hmmm entahlah nok aku selalu bergikiran manusia itu semuanya bermuka dua, tak ada yang apa adanya, entah itu dalam hal positif maupun negatif, ya tentu kamu juga... Aku tidak menyindir toh aku juga begitu, aku harus menjadi anak yang baik saat di depan keluargaku.. agar orang berfikiran bapak ku baik mendidiku, tapu aku menjadi mengal saat di luar tentu aku sengaja berwaspada jika ada orang ada yang sengaja memanfaatkan ku, aku juga tiba tiba menjadi penakut saat di depan kamu... Aku jyga aneh sendiri, tapi mau bagai mana lagi ini sudah reflek aku tak ada niat seperti itu, aku pikir itu insting manusia, manusia ya... Jangan samakan dengan hewan, walaupun manusia katanya hewan yang berfikir.

  Kamu mungkin bertanya kenapa aku menulis ini di blog ku? Atau aku yang ke PDan ? Mana mungkin kamu mampir kesini?
Aku lihat beberapa temanku ternyata suka mampir kesini, ya sudah aku iseng iseng menulis disini, walaupun sebenarnya aku lebih suka menulis dengan pena dan kertas, tapi kadang aku suka lupa menaruhnya, catatan catatan itu penting loh, kamu ngak percaya? Ada yang bilang Ilmu sekarang itu terapan dari catatan lama, dan memang benar kok sekarang menjadi berkembang, manusia kan seperti itu, ingin mudah jadi semua inovasi sebenarnya lahir dari niat malas ha ha ha ha.

  Aku selalu risih dengan diriku sendiri, juga risih dengan orang lain, bawaannya ingin komentar saja, padahal aku sendiri hobinya tidur, aku merasa ada suatu kebebasan saat tidur, tapi di sisi lain itu seperti pelampiasan aku karna di dunia nyata seakan aku bukan siapa siapa loh nok, ia aku bukan siapa siapa...
Penulis bukan, kritikus bukan, penyair juga bukan, aku hanya senang komentar dan berlalu begitu saja, lebih tepatnya aku suka mengumpat... Ayy apakah dosa ya aku seperti itu.. sepertinya sih ia tapi aku sedikit senang  he he he, tapi umpatanku bukan dalam makna sebenarnya, mungkin aku hanya tidak punya kosa kata yang baik, jadinya aku menggunakan kosa kata yang sangat buruk untuk berkomentar, tapi aku harap tak ada yang ambil hari dari perkataanku, aku juga kadang suka lupa aku sudah pernah mengumpat siapa saja dan aku berkata apa ha ha ha.

  Hmmm sepertinya sudah mulai larut ini, aku tidak ingin hegadang, karna besok awal kerja dari libur panjang, selamat tidur jangan lupa merem, karna kamu bukan ikan, good night
Share:

Mudik dan Kegagalan Ekonomi di Suatu Negara



Mudik, salah satu budaya di beberapa negara di dunia, bukan hanya di Indonesia, di beberapa negara maju pun melakukan itu seperti di Amerika yanHg biasa terjadi di hari Thanksgiving, dan di Eropa yang biasa terjadi di perayaan Natal. Mudik biasanya terjadi saat di suatu negara melakukan libur panjang secara masal dan biasanya dilakukan oleh para pekerja yang mendapat pekerjaan di luar daerah tempat ia tinggal.
Biasanya mudik adalah suatu kegiatan dimana orang berbondong bondong kembali ke kampong halamannya masing masing, di Indonesia sendiri hal ini biasa dilakukan pada hari raya Idul Fitri, atau biasa di sebut Lebaran. disisi lain menurut penulis mudik salah satu kegagalan ekonomi di suatu negara, mengapa begitu?
Alasan utama seseorang pergi keluar kota dan mencari perkerjaan disana biasanya adalah untuk memperbaiki perekonomian keluarganya, dikarnakan UMR di daerahnya bisa dibilang kecil atau memang tidak mendapat pekerjaan yang layak di tempat asalanya, atau juga memang sekedar gengsi, terlepas dari itu mudik bisa dibilang pembuktian jati diri untuk beberapa daerah, seperti di daerah Sumatera, para Bujangan memeang sengaja merantau untuk mencari rezeki di daerah lain, dan saat kembali diharapkan bisa membawa kebanggaan pada keluarganya.
Tapi jikalau dilihat dan di usut kembali, jikalau didaerahnya memang bisa dan memadai untuk mengembangkan diri, untuk apa merantau?
Disisi lain mudik adalah budaya yang sangat baik, tidak sedikit orang orang yang sudah jauh jauh merantau menjadi malas untuk pulang, entah karna jauh ataupun bermasalah di kampungnya. Dengan adanya mudik ini bisa kembali mengingatkan pentingnya silaturahmi kepada keraba sanak sodara, dan juga melepas kerinduan pada kedua orang tua.

Thahir...
Cikarang 2019



Share:

Sabtu, 08 Juni 2019

Handphone dan Pioritas Saat Berkumpul

  Telepon genggam atau Handphone sekarang bukan hal yang aneh lagi untuk dijadikan media komunikasi di zaman sekarang, media komunikasi berkembang sangat cepat dari awalnya dengan isyarat, lalu muncul bahasa, lalu disitu mulai ada diskusi, surat menyurat, dan hingga sekarang berkirim kabar bukanlah hal yang sulit, hanya dengan benda kecil di tangan kita sudah bisa bersenda gurau bahkan dengan orang yang tak dikenal sekali.
  Tapi terkadang handphone membuat manusia menjadi apatis dan malas untuk mencari informasi, semua seakan disuguhkan, segi kreatifitas menjadi berkurang, walaupun tidak bisa semua di sama ratakan, sifat candu dan bingung saat tak ada handphone bisa menjadi masalah serius di hari depan entah dalam penyakit fisik maupun mental, handphone yang sekarang menjadi konsumsi masyarakat membuat sifat apatis dan acuh padi lingkungan sekitar, hal itu tak bisa di pungkiri dan jelas terlihat terutama di kota metropolitan, sungguh hal yang disayangkan.
  Dibalik itu semua tentu ada segi positif dan negatif, bahkan tak sedikit handphone bisa menjadi sarana untuk mencari ilmu bahkan uang, diharapkan sifat bijak dan etika menggunakan smartphone atau handphone harus diajarkan sejak dini kepada generasi mendatang bahkan jika perlu di contohkan oleh kita generasi awal yang pernah mengalami fungsi dari handphone sesungguhnya.

Thahir ...
Share:

Selasa, 09 April 2019

Curhat #1

09/04/19

  Aku akan mengeluh disini, yup sudah makin habis saja sisa hidupku di Dunia ini, mungkin umurku masih tergolong muda untuk mengatakan ini, sedang fisiku juga masih sehat sehat saja, dan masih banyak juga yang ingin aku lakukan sebenarnya. Tapi jika berbicara kematian pun aku sangat takut, entah dari segi agama ataupun beberapa hal yang belum aku lakukan di Dunia ini.

  Jika diperhatikan aku sekarang sudah hidup di akhir zaman, aku pun berperan sebagai penipu ulung pada diriku sendiri, mungkin beberapa kata yang meninggi agar terlihat terpandang, pada akhirnya sia - sia juga karna memang taka ada guna kupikir. Tapi apa daya sudah terucap dari pada malu mungkin pikirku.

  Sedikit -  sedikit aku berniat untuk berubah menjadi arah yang lebih baik, bisa mengontrol diriku sepenuhnya, tak terbawa emosi, apa lagi nafsu, kadang aku suka menghukum diriku dengan hal hal konyol, aku juga sulit bersungguh sungguh, menjadi pemalas dan bangga, itu sangat konyol aku rasa, tapi terjadi begitu saja, beberapa kebiasan buruk pun masih aku lakukan saat di SMP, dan aku mengakuinya, mudah sekali melakukan hal bodoh seperti itu.Mood ku juga mudah sekali berubah, ya walaupun beberapa hal aku menjadi sedikit aku dewasa, yang membuat aku sedikit mudah bergaul dengan beberapa orang karna biasa banyak baca yang tidak penting. aku masih berfikir aku akan menjadi apa nanti, aku sendiri berfikir enaknya menjadi kaya dan berfoya foya kadang kadang, kadang juga menjadi sangat peduli, ay ay ay di umur sekarang ternyata aku masih sangat labil.

  Ya sekarang sudah memasuki final skripsiku dan aku masih belum bisa apa apa dalan IT aku masih jauh untuk mengerti dan aku hanya punya angan - angan kosong dan pandai berbicara tinggi. kadang aku juga mudah bosan bahkan saat seperti ini aku berfikir agar cepat instan menyelesaikan tulisan ini, bukan berniat agar tulisan ini mudah dibaca oleh para tamu. Rasa frustasi berfikir siapa pula yang datang ke Blog ku ini. Huuuh mungkin terlalu panjang lebar ya kan? aku sampai bingung mau menuliskan apa lagi, sedangkan di otaku masih menggerutu, rasanya ingin menangis sejenak di pangguan seseorang entah siapa tapi aku sungguh malu. Aku juga tak mau orang lain terbebani dengan semua perasaanku toh jika kalian membaca ini biarkan saja, aku juga mungkin akan bersikap tidak peduli, menganggap tulisan ini tak pernah di posting ha ha ha

  Jalannya masih panjang aku hanya diam di peistirahatan sejenak. Mau jadi apa? entah, aku sekarang seperti ingin sendiri tapi diperhatikan, atau bagaimana, ini semua kacau balau, sial.
Share: