Rabu, 16 Oktober 2019

Jl. Gatot Subroto

Disana sosok yang menari asik diatas mimbar...
Sisi negatifku berkata "untuk apa makhluk itu menggila untuk benda? sedang dia sendiri dalam pengaruh ganja?"

Tak ada yang menghiraukan perkataanku, beberapa hanya melanjutkan dan menyoraki dengan wajah hingar bingar

Sedikit sadar aku pun itu menari dengan ritme ritme yang tak berarti, beberapa melihat dan mengelilingiku " inilah monyet yang baru"kata mereka, aku tak mengiraukan masih berjingkrak jingkrak hilang nada...

Imajinasiku berlari dengan tarian di layar kaca artis Hollywood baru dengan lagunya yang bahkan aku tak mengerti pembendaharaan kata menjadi irama, sebegitukan para manusia tak berwarna membuat suatu kalimat irama?

Dalam lagi dalam dan sesak bijih besi masuk ke paru paru, aku masih sadar dan tak berjalan selangkahpun dari tempat awal ini, artis Hollywood itu juga masih asik sendiri menjadi tua dan bersemangat

Aku dengki sendiri, aku lahir dan keberuntunganku tak jauh dari seorang loper koran yang bahagia di jam 3 pagi, secangkir kopi hitam dan rokok Djinggo, aku mendatanginya bercengkrama seadanya dan tertawa bukan pada waktunya.

"Kau kenapa nak?" Katanya menghawatirkanku
Aku diam... Adzan memecah kebuntuan pikiranku mengalih dan lari kepada Tuhan
"Sebentar" Ucapku... lalu berdiri berjalan ke Mushola belakan bank CIMB tempat para penjaga mencuri waktunya.

Irama dengkur, air keran ,dan takbir bersahut sahutan.
Kututup...
Pergi dalam hening tanpa basa basi, kopi tadi sudah dingin.
Kucuri Djinggo sebatang dan berlalu

Dan disini aku membaca artikel ini dan lupa itu pernah terjadi padaku, apa hanya pura pura lupa?
Share:

Aiiiissssshh.....

Dan semua menjadi oleh siapa, dengan siapa, dan tentang siapa

Masih sering terngiang ngiang beberapa orang yang menginspirasiku, yang dia bertkata jangan suka mengutip kata orang lain, tapi disisi lain saat aku mengingatnya aku mengutip kata katanya....

Aku sebagai orang yang egois setuju dan berpendapat bahwa kata kata bijak tak berpengaruh besar kepada orang yang keras kepala, dan disisi lain petuah itu datang dari agama, yang mau tidak mau biasa di benarkan tanpa kompromi.

Orang tua dulu selalu punya prinsip apa yang ada dalam agama adalah benar, aku pun kadang berfikir demikian, tapi aku bukan orang yang bisa secara gamblang membenarkan suatu pernyataan dan mengutip kata kitab saat berdiskusi.

Kadang aku berfikir kitab adalah kumpulan pengalaman dari orang dahulu, tapi orang tua bilang kita adalah pedoman hidup dalam arti itu adalah jalan menjadi manusia yang orisinil dan jalan yang baik menuju Tuhannya.

Tapi disisi lain jalan yang lurus itu sangat membosankan, hanya mengikuti peraturan tanpa membangkang, dan tersesat, bahkan tak ada waktu untuk menertawakan kebodohan kebodohan yang dilakukan, apa aku memang harus benar di hari tua saja? Sedang muda hura hura bergelimpangan dunia jungkir balik dan tersungkur. dan ujungnya kembali lagi ke jalan sesuai pedoman.

Tuhan yang menciptakan dunia penuh teka tki, dan dia ciptakan manusia menjadi makhlus yang tak tau diri, sehingga mencari dirinya sendiri dan coba sana sini.

ayyyayaaaay, otak ku panas memikrkan keTuhanan sedang diri sendiri saja aku tak tau seperti apa.
Share:

Senin, 14 Oktober 2019

Minggu Pagi

Ayah tak pernah bilang hidup mudah nak
Ayah tak pernah hidangkan kamu nasi dengan mudah

Ayah juga sedikit berkata dan banyak bekerja

Ku keluhkan terus kau pulang di hari minggu
Hanya sebentar bertemu lalu tidur melulu

Sedikit ceritamu menggema
Tindakanmu bersuara tanpa nada
Hanya gerak dan tindak
Sewajarnya aku tak mengerti
Sewajarnya aku memaki

Pada diri ini yang tak tau diri
Pada kamu yang berbicara tanpa bahasa
Share:

Intisari

Dalam tak sadar aku menjadi tak ragu
Dalam tak sadar juga dengan nikmat kamu ceramahi aku

Dalam tak sadar diam diam kudengar
Dalam tak sadar kau ceritakan lembar hitam

Sejenak kita terdiam
Saling tatap dan menertawakan

Hanya gelas plastik wadah kita
Debu, malam, dan riuh malam tak kita pedulikan

Indraku sudah tak meraba
Bicaraku juga tak tertata
Mau pulang malu rasanya
Sedang kamu masih asik berceramah disana
Share:

Aku Harus Apa

Aku harus apa?
Sedang aku sendiri tercambuk
Sedang aku sendiri ingin mengamuk

Aku harus apa?
Sedang aku sendiri terpenjara
Sedang aku sendiri menderita

Sedang kau datang dengan keluh kesahmu
Sedang kau datang dan menyalahkanku

Aku harus apa?
Sedang kita 2 mata pisau yang tumpul
Untuk menghunus ragu dalam diri juga tak mampu

Kita harus apa?
Share:

Sabtu, 12 Oktober 2019

Holywood hingga Angling Dharma

Ok... selamat malam semua
gw ngak bias tidur sueee
jam 1.28, 12/10/18

  Agak bingung gw mau nulis apa, biasanya gw baca atau denger Cak Nun biar cepet tidur, tapi ngak tau gw antara niat ngak niat untuk tidur, jadi... gw bakal sedikit cerita atau diskusi tentang beberapa hal yang sedikit ngeganggu gw.

  Jadi begini... wkwkwk
  Gw sedikit iri dengan perkembangan artis luar negeri yang gw rasa bakat mereka sangat luar biasa, terutama arti film, yup... diantara mereka bahkan sangat multi talent di usia yang sangat muda, entah memang perkembangan zaman yang terlalu cepat atau gw yang terlalu lambat mengikuti zaman. gw liat dari merekan di umur sangat belia sudah bisa menghasilkan atau membuat karya seni yang gw bilang wow, jika dilihat dari umurnya mereka masih berumur 15 tahun bahkan belum 17, tapi bakat bakat mereka sudah sangat menjual dan mumpuni, gw mengukur kepada diri gw di umur 15 tahun yang masih sibuk bermain ketapel dan bersepeda kesana kemari, bahkan masih belum mengerti diri sendiri, dan terkesan ikut ikutan.
 
  Tapi disisi lain mereka begitu karna mereka mempunya fasilitas yang sangat mumpuni juga, dan rata rata terlahir dari keluarga yang terbilang mampu,di luar negeri khususnya eropa dan amerika, seperti hal yang tidak ane jika ada artis dari Negara tetangga menjadi terkenal di Negara lain, karna memang bahasa mereka yang tidak jauh berbeda, dan budaya mereka juga hampir sama, bisa dilihat seperti di Amerika, banyak artis artis dari kanada yang jadi terkenal di Negara paman Sam, dan juka melihat disana sudah tidak aneh jika ada warga asing yang berseni disana, kita ambi contoh seperti Rich Brian, Agnes Moo, seper santai saja tidak terkain suatu status Negara, berbeda di Asia Tenggara yang katanya bersetatus MEA, untuk bekerja saja birokrasinya sangat berbeli, dan juga mungkin dari segi bahasa dan budaya masing masing Negara tetangga sangat jauh berbeda, ditambah lagi suatu hal yang lucu tetangga saudara di suatu Negara malah bermusuhan dan menjadi rizal di sekala ikan teri, ini hal yang sangat konyol jika diperhatikan.
 
  Ya budaya sangat berbengaruh di Asia tenggara ini, ada Negara yang sangat tertutup, ada yang katanya terbuka tapi tetap tertutup, bahkan ada yang sebaliknya, lucu sekali, disampi itu hal ini diberatkan di sisi birokrasi yang sangat berbelik, dan banyak penyelewengan dari oknum oknum yang mengatas namakan admisitrasi  untuk menambah uang jaja, ehh bentar kok jadi ngomong ke politik ya...

  ya tapi mau bagaimana lagi factor itu bisa dibilang sangat menunjang, tapi disisi lain mungkin gw pribadi hanya melihat dari sisi film yang biasanya terlihat baik, padahal mungkin dilapangan sana tetap saja sama busuknya di suatu Negara, bahkan SARA sudah makanan sehari hari, dilihat lagi kasus bully  sangat parah di tegara tersebut, di Indonesia sendiri hal itu masih sangat kecil, tapi terlalu di bear besarkan di dunia perfilman seakan akan anak anak didik untuk bisa membully teman yang kekurangan, suiatu didikan tv yang konyol dan masih boleh di pertotonkan, seperti yang sudah dibilan tadi birokrasi seakan menjadi mudah saat uang sudah berbicara, sangat miris sekali

  ya mungkin sekian dari gw memang gw ngak ngasih solusi, ini hanya sudut pandang gw ngak usah diambil ribet terima kasih.
Share:

Kamis, 03 Oktober 2019

Lupa ngasih Judul

     Gw mau nulis apa ya..?

     gw ngak tau selera pembaca seperti apa, lagian siapa juga yang baca yak... wkwkwk kepedean banget gw.

     jujur gw masih sibuk sama skripsi akhir akhir ini, udah bener bener dikit lagi gw selesai ini, ngumpulin semangat dan mood itu susah, kadang beberapa orang di sekitar kurang mengerti dan berkata gw egois waktu gw skripsi, but actually yes !  gw bener bener cuek dan ngak peduli dengan orang orang di sekitar gw yang menurut gw ngak berhubungan dengan masalah skripsi gw.
     gw pernah ngomong Ijasah itu ngak penting ke salah satu sobat gw, nukan tanpa maksud, memang menurut gw itu ngak penting bagi beberapa orang yang ngak berurusan dengan institusi dan pendidikan. Gw pribadi juga bingung kenapa gw kuliah, entah cari kesibukan atau emang mengingikan ijazah, diliat gw ngak ada niat sama sekali untuk jadi dosen atau orang penting di pemerintahan, sekalipun gw jadi salah satunya, mungkin itu hanya keperluan gw, ngak bisa di bilang pure keinginan gw.

     Di zaman sekarang yang birokrasi serba sulit, memang sangat menge


(Dan gw ketiduran bangsatt !!! Mau lanjut nulis lupa lagi ngebahas apa anjir)
Share: