Disana sosok yang menari asik diatas mimbar...
Sisi negatifku berkata "untuk apa makhluk itu menggila untuk benda? sedang dia sendiri dalam pengaruh ganja?"
Tak ada yang menghiraukan perkataanku, beberapa hanya melanjutkan dan menyoraki dengan wajah hingar bingar
Sedikit sadar aku pun itu menari dengan ritme ritme yang tak berarti, beberapa melihat dan mengelilingiku " inilah monyet yang baru"kata mereka, aku tak mengiraukan masih berjingkrak jingkrak hilang nada...
Imajinasiku berlari dengan tarian di layar kaca artis Hollywood baru dengan lagunya yang bahkan aku tak mengerti pembendaharaan kata menjadi irama, sebegitukan para manusia tak berwarna membuat suatu kalimat irama?
Dalam lagi dalam dan sesak bijih besi masuk ke paru paru, aku masih sadar dan tak berjalan selangkahpun dari tempat awal ini, artis Hollywood itu juga masih asik sendiri menjadi tua dan bersemangat
Aku dengki sendiri, aku lahir dan keberuntunganku tak jauh dari seorang loper koran yang bahagia di jam 3 pagi, secangkir kopi hitam dan rokok Djinggo, aku mendatanginya bercengkrama seadanya dan tertawa bukan pada waktunya.
"Kau kenapa nak?" Katanya menghawatirkanku
Aku diam... Adzan memecah kebuntuan pikiranku mengalih dan lari kepada Tuhan
"Sebentar" Ucapku... lalu berdiri berjalan ke Mushola belakan bank CIMB tempat para penjaga mencuri waktunya.
Irama dengkur, air keran ,dan takbir bersahut sahutan.
Kututup...
Pergi dalam hening tanpa basa basi, kopi tadi sudah dingin.
Kucuri Djinggo sebatang dan berlalu
Dan disini aku membaca artikel ini dan lupa itu pernah terjadi padaku, apa hanya pura pura lupa?