Senin, 14 Oktober 2019

Minggu Pagi

Ayah tak pernah bilang hidup mudah nak
Ayah tak pernah hidangkan kamu nasi dengan mudah

Ayah juga sedikit berkata dan banyak bekerja

Ku keluhkan terus kau pulang di hari minggu
Hanya sebentar bertemu lalu tidur melulu

Sedikit ceritamu menggema
Tindakanmu bersuara tanpa nada
Hanya gerak dan tindak
Sewajarnya aku tak mengerti
Sewajarnya aku memaki

Pada diri ini yang tak tau diri
Pada kamu yang berbicara tanpa bahasa
Share:

Intisari

Dalam tak sadar aku menjadi tak ragu
Dalam tak sadar juga dengan nikmat kamu ceramahi aku

Dalam tak sadar diam diam kudengar
Dalam tak sadar kau ceritakan lembar hitam

Sejenak kita terdiam
Saling tatap dan menertawakan

Hanya gelas plastik wadah kita
Debu, malam, dan riuh malam tak kita pedulikan

Indraku sudah tak meraba
Bicaraku juga tak tertata
Mau pulang malu rasanya
Sedang kamu masih asik berceramah disana
Share:

Aku Harus Apa

Aku harus apa?
Sedang aku sendiri tercambuk
Sedang aku sendiri ingin mengamuk

Aku harus apa?
Sedang aku sendiri terpenjara
Sedang aku sendiri menderita

Sedang kau datang dengan keluh kesahmu
Sedang kau datang dan menyalahkanku

Aku harus apa?
Sedang kita 2 mata pisau yang tumpul
Untuk menghunus ragu dalam diri juga tak mampu

Kita harus apa?
Share:

Sabtu, 12 Oktober 2019

Holywood hingga Angling Dharma

Ok... selamat malam semua
gw ngak bias tidur sueee
jam 1.28, 12/10/18

  Agak bingung gw mau nulis apa, biasanya gw baca atau denger Cak Nun biar cepet tidur, tapi ngak tau gw antara niat ngak niat untuk tidur, jadi... gw bakal sedikit cerita atau diskusi tentang beberapa hal yang sedikit ngeganggu gw.

  Jadi begini... wkwkwk
  Gw sedikit iri dengan perkembangan artis luar negeri yang gw rasa bakat mereka sangat luar biasa, terutama arti film, yup... diantara mereka bahkan sangat multi talent di usia yang sangat muda, entah memang perkembangan zaman yang terlalu cepat atau gw yang terlalu lambat mengikuti zaman. gw liat dari merekan di umur sangat belia sudah bisa menghasilkan atau membuat karya seni yang gw bilang wow, jika dilihat dari umurnya mereka masih berumur 15 tahun bahkan belum 17, tapi bakat bakat mereka sudah sangat menjual dan mumpuni, gw mengukur kepada diri gw di umur 15 tahun yang masih sibuk bermain ketapel dan bersepeda kesana kemari, bahkan masih belum mengerti diri sendiri, dan terkesan ikut ikutan.
 
  Tapi disisi lain mereka begitu karna mereka mempunya fasilitas yang sangat mumpuni juga, dan rata rata terlahir dari keluarga yang terbilang mampu,di luar negeri khususnya eropa dan amerika, seperti hal yang tidak ane jika ada artis dari Negara tetangga menjadi terkenal di Negara lain, karna memang bahasa mereka yang tidak jauh berbeda, dan budaya mereka juga hampir sama, bisa dilihat seperti di Amerika, banyak artis artis dari kanada yang jadi terkenal di Negara paman Sam, dan juka melihat disana sudah tidak aneh jika ada warga asing yang berseni disana, kita ambi contoh seperti Rich Brian, Agnes Moo, seper santai saja tidak terkain suatu status Negara, berbeda di Asia Tenggara yang katanya bersetatus MEA, untuk bekerja saja birokrasinya sangat berbeli, dan juga mungkin dari segi bahasa dan budaya masing masing Negara tetangga sangat jauh berbeda, ditambah lagi suatu hal yang lucu tetangga saudara di suatu Negara malah bermusuhan dan menjadi rizal di sekala ikan teri, ini hal yang sangat konyol jika diperhatikan.
 
  Ya budaya sangat berbengaruh di Asia tenggara ini, ada Negara yang sangat tertutup, ada yang katanya terbuka tapi tetap tertutup, bahkan ada yang sebaliknya, lucu sekali, disampi itu hal ini diberatkan di sisi birokrasi yang sangat berbelik, dan banyak penyelewengan dari oknum oknum yang mengatas namakan admisitrasi  untuk menambah uang jaja, ehh bentar kok jadi ngomong ke politik ya...

  ya tapi mau bagaimana lagi factor itu bisa dibilang sangat menunjang, tapi disisi lain mungkin gw pribadi hanya melihat dari sisi film yang biasanya terlihat baik, padahal mungkin dilapangan sana tetap saja sama busuknya di suatu Negara, bahkan SARA sudah makanan sehari hari, dilihat lagi kasus bully  sangat parah di tegara tersebut, di Indonesia sendiri hal itu masih sangat kecil, tapi terlalu di bear besarkan di dunia perfilman seakan akan anak anak didik untuk bisa membully teman yang kekurangan, suiatu didikan tv yang konyol dan masih boleh di pertotonkan, seperti yang sudah dibilan tadi birokrasi seakan menjadi mudah saat uang sudah berbicara, sangat miris sekali

  ya mungkin sekian dari gw memang gw ngak ngasih solusi, ini hanya sudut pandang gw ngak usah diambil ribet terima kasih.
Share:

Kamis, 03 Oktober 2019

Lupa ngasih Judul

     Gw mau nulis apa ya..?

     gw ngak tau selera pembaca seperti apa, lagian siapa juga yang baca yak... wkwkwk kepedean banget gw.

     jujur gw masih sibuk sama skripsi akhir akhir ini, udah bener bener dikit lagi gw selesai ini, ngumpulin semangat dan mood itu susah, kadang beberapa orang di sekitar kurang mengerti dan berkata gw egois waktu gw skripsi, but actually yes !  gw bener bener cuek dan ngak peduli dengan orang orang di sekitar gw yang menurut gw ngak berhubungan dengan masalah skripsi gw.
     gw pernah ngomong Ijasah itu ngak penting ke salah satu sobat gw, nukan tanpa maksud, memang menurut gw itu ngak penting bagi beberapa orang yang ngak berurusan dengan institusi dan pendidikan. Gw pribadi juga bingung kenapa gw kuliah, entah cari kesibukan atau emang mengingikan ijazah, diliat gw ngak ada niat sama sekali untuk jadi dosen atau orang penting di pemerintahan, sekalipun gw jadi salah satunya, mungkin itu hanya keperluan gw, ngak bisa di bilang pure keinginan gw.

     Di zaman sekarang yang birokrasi serba sulit, memang sangat menge


(Dan gw ketiduran bangsatt !!! Mau lanjut nulis lupa lagi ngebahas apa anjir)
Share:

Selasa, 16 Juli 2019

Chokolatos Samsu

  Terkadang konyol, aku merasa aku berbicara dengan diri yang seakan akan kamu loh, gaya bahasaku yang seakan di buat buat seoerti buku yang aku baca... Sudah hampir 2 minggu pupus aku tak skripsi, sial ini kebodohan yang mutlak, aku benci jadi pemalas, sisi kreatif ku menjadi hilang dan hidup ngak bertenaga, aku telalu lembek dengan diriku sendiri dan menjadi manusia yang gampang sekali mengeluh, lagi pula siapa lagi yang bisa ku salahkan? Toh aku hampir berkuasa penuh terhadap diriku sendiri, pemikiran pemikiranku sekaran sarus diasah lagi, pergaulan dan lingkungan benar benar berperan penting, dan sekarang dengan siapa aku bercerita unek unek ku? Aku sendiri dan memang lebih nyaman sendiri, tapi bukannya aku pencinta sepi dan sok sok an melakonis, aku ngak mau seperti itu.

  Aku ngak mau di cap menjadi sesuatu, walaupun aku adalah sesuatu, entahlah... Mungkin ini alasanku selalu berubah rubah pemikiran dan gaya hidup, dna ujung ujungnya jati diri menjadi semberaut, aku bukannya tak suka senja dan kopi, tapi aku ngak mai menjadi seseorang yang membanggakan sesuatu, walaupun aku juga senang berbangga diri atas sesuatu, seni misalnya.... Hmmm ini sedikit menyebalkan dan sangan sulit dijalani, aku jadi besilangan terus dengan orang orang di dekatku, beberapa menganggapku gila, tapi aku juga ngak mau di cap menjadi orang baik, dan sedikit berbangga jika dibilang nakal... Ya nakal bukan goblok ya...

  Entahlah aku sedikit benci membicarakan masa lalu kau tau, beberapa orang kadang lupa bagaimana merka seperti itu dan kadang aku juga lupa kenapa aku seperti ini, hidup terlalu sulit untuk di seimbangkan tapi memang harus seimbang, aku sok sok an berfikir keras, jadinya bodoh sendiri... Beberapa orang yang berbicara denganku ya mungkin hanya beberapa yang masuk dalam zona pembicaraanku, aku ngak bilang alu pintar, toh buktinya aku ngak bisa merangkul mereka dan masuk zona mereka, tandanya aku masih bodoh dalam bersosialisasi, hidup ku seakan akan enak dilihat orang, hey dari mananya, aku hampir bisa makan indomie setiap hari, cuman dari segi menikmati mungkin aku bisa dibilang beruntung, menghindari sesuatu yang menurutku tak pas di kantongku, seperti... Melarat adalah pilihan ku, tapi siapa sih yang mau hidup susah, aku juga ingin hidup bisa beli ini - itu, bantu orang tanpa memikirkan diri sendiri... Ah sial

  Ya begini lah, aku hanya belajar menikmati, bukan hanya secangkir kopi lalu berdebat soal rasa - selera - harga dan lain lain, itu sangan menjijikan kalau harus menjatuhkan karna berbeda pilihan.

  Waktunya tidur
  Selamat Pagi

Share:

Minggu, 07 Juli 2019

Cerpen Kamar Mandi #1 Diri


Aku benci dengan semua aturan yang berlaku, disisi lain juga aku membuat aturan ku sendiri.
Aku membangkang merasa diri tal bebas sedang aku sendiri tak membebaskan diriku untuk berfikir.
Berkata sok puitis, berpikir sok kritis
Aku membenci diriku dan sepertinya aku belum bisa berdamai dengan diriku sendiri.
Lucunya, aku seakan akan tidak apa apa, dan berkata semuanya baik baik saja, sedangkan aku menggerutu dibawah lamunanku sendiri.
Mencari makna kebebasan di kamar mandi sambil buang hajat, kupikir itu cukup merdeka, apa lagi ditambah sebatang rokok yang ku minta dari temanku, hanya bermodalkan korek yang tak sengaja ku kantongi milik teman ku, ini sungguh merdeka kurasa, disaat ini aku berdamai dengan diri sendiri, bersepakat bahwa ini waktu yang menyenangkan untuk menyendiri dan menulis unek unek ku sendiri sambil buang hajat.
Pemikiran ku soal menulis kukira minim, tapi banyak.
Rasa malas kadang, bahkan sering menang, itu menyebalkan.
Suara bising ini aku menjadi menggerutu sendiri "ah anjing" ingin selalu aku mengatakan itu setiap waktu, ingin ku maki pembuat bising, sedang aku sendiri adalah pembuat bising.
Bajingan sekali sekarang aku memaki diriku sendiri.

Share: