Sabtu, 12 Oktober 2019

Holywood hingga Angling Dharma

Ok... selamat malam semua
gw ngak bias tidur sueee
jam 1.28, 12/10/18

  Agak bingung gw mau nulis apa, biasanya gw baca atau denger Cak Nun biar cepet tidur, tapi ngak tau gw antara niat ngak niat untuk tidur, jadi... gw bakal sedikit cerita atau diskusi tentang beberapa hal yang sedikit ngeganggu gw.

  Jadi begini... wkwkwk
  Gw sedikit iri dengan perkembangan artis luar negeri yang gw rasa bakat mereka sangat luar biasa, terutama arti film, yup... diantara mereka bahkan sangat multi talent di usia yang sangat muda, entah memang perkembangan zaman yang terlalu cepat atau gw yang terlalu lambat mengikuti zaman. gw liat dari merekan di umur sangat belia sudah bisa menghasilkan atau membuat karya seni yang gw bilang wow, jika dilihat dari umurnya mereka masih berumur 15 tahun bahkan belum 17, tapi bakat bakat mereka sudah sangat menjual dan mumpuni, gw mengukur kepada diri gw di umur 15 tahun yang masih sibuk bermain ketapel dan bersepeda kesana kemari, bahkan masih belum mengerti diri sendiri, dan terkesan ikut ikutan.
 
  Tapi disisi lain mereka begitu karna mereka mempunya fasilitas yang sangat mumpuni juga, dan rata rata terlahir dari keluarga yang terbilang mampu,di luar negeri khususnya eropa dan amerika, seperti hal yang tidak ane jika ada artis dari Negara tetangga menjadi terkenal di Negara lain, karna memang bahasa mereka yang tidak jauh berbeda, dan budaya mereka juga hampir sama, bisa dilihat seperti di Amerika, banyak artis artis dari kanada yang jadi terkenal di Negara paman Sam, dan juka melihat disana sudah tidak aneh jika ada warga asing yang berseni disana, kita ambi contoh seperti Rich Brian, Agnes Moo, seper santai saja tidak terkain suatu status Negara, berbeda di Asia Tenggara yang katanya bersetatus MEA, untuk bekerja saja birokrasinya sangat berbeli, dan juga mungkin dari segi bahasa dan budaya masing masing Negara tetangga sangat jauh berbeda, ditambah lagi suatu hal yang lucu tetangga saudara di suatu Negara malah bermusuhan dan menjadi rizal di sekala ikan teri, ini hal yang sangat konyol jika diperhatikan.
 
  Ya budaya sangat berbengaruh di Asia tenggara ini, ada Negara yang sangat tertutup, ada yang katanya terbuka tapi tetap tertutup, bahkan ada yang sebaliknya, lucu sekali, disampi itu hal ini diberatkan di sisi birokrasi yang sangat berbelik, dan banyak penyelewengan dari oknum oknum yang mengatas namakan admisitrasi  untuk menambah uang jaja, ehh bentar kok jadi ngomong ke politik ya...

  ya tapi mau bagaimana lagi factor itu bisa dibilang sangat menunjang, tapi disisi lain mungkin gw pribadi hanya melihat dari sisi film yang biasanya terlihat baik, padahal mungkin dilapangan sana tetap saja sama busuknya di suatu Negara, bahkan SARA sudah makanan sehari hari, dilihat lagi kasus bully  sangat parah di tegara tersebut, di Indonesia sendiri hal itu masih sangat kecil, tapi terlalu di bear besarkan di dunia perfilman seakan akan anak anak didik untuk bisa membully teman yang kekurangan, suiatu didikan tv yang konyol dan masih boleh di pertotonkan, seperti yang sudah dibilan tadi birokrasi seakan menjadi mudah saat uang sudah berbicara, sangat miris sekali

  ya mungkin sekian dari gw memang gw ngak ngasih solusi, ini hanya sudut pandang gw ngak usah diambil ribet terima kasih.
Share:

Kamis, 03 Oktober 2019

Lupa ngasih Judul

     Gw mau nulis apa ya..?

     gw ngak tau selera pembaca seperti apa, lagian siapa juga yang baca yak... wkwkwk kepedean banget gw.

     jujur gw masih sibuk sama skripsi akhir akhir ini, udah bener bener dikit lagi gw selesai ini, ngumpulin semangat dan mood itu susah, kadang beberapa orang di sekitar kurang mengerti dan berkata gw egois waktu gw skripsi, but actually yes !  gw bener bener cuek dan ngak peduli dengan orang orang di sekitar gw yang menurut gw ngak berhubungan dengan masalah skripsi gw.
     gw pernah ngomong Ijasah itu ngak penting ke salah satu sobat gw, nukan tanpa maksud, memang menurut gw itu ngak penting bagi beberapa orang yang ngak berurusan dengan institusi dan pendidikan. Gw pribadi juga bingung kenapa gw kuliah, entah cari kesibukan atau emang mengingikan ijazah, diliat gw ngak ada niat sama sekali untuk jadi dosen atau orang penting di pemerintahan, sekalipun gw jadi salah satunya, mungkin itu hanya keperluan gw, ngak bisa di bilang pure keinginan gw.

     Di zaman sekarang yang birokrasi serba sulit, memang sangat menge


(Dan gw ketiduran bangsatt !!! Mau lanjut nulis lupa lagi ngebahas apa anjir)
Share:

Selasa, 16 Juli 2019

Chokolatos Samsu

  Terkadang konyol, aku merasa aku berbicara dengan diri yang seakan akan kamu loh, gaya bahasaku yang seakan di buat buat seoerti buku yang aku baca... Sudah hampir 2 minggu pupus aku tak skripsi, sial ini kebodohan yang mutlak, aku benci jadi pemalas, sisi kreatif ku menjadi hilang dan hidup ngak bertenaga, aku telalu lembek dengan diriku sendiri dan menjadi manusia yang gampang sekali mengeluh, lagi pula siapa lagi yang bisa ku salahkan? Toh aku hampir berkuasa penuh terhadap diriku sendiri, pemikiran pemikiranku sekaran sarus diasah lagi, pergaulan dan lingkungan benar benar berperan penting, dan sekarang dengan siapa aku bercerita unek unek ku? Aku sendiri dan memang lebih nyaman sendiri, tapi bukannya aku pencinta sepi dan sok sok an melakonis, aku ngak mau seperti itu.

  Aku ngak mau di cap menjadi sesuatu, walaupun aku adalah sesuatu, entahlah... Mungkin ini alasanku selalu berubah rubah pemikiran dan gaya hidup, dna ujung ujungnya jati diri menjadi semberaut, aku bukannya tak suka senja dan kopi, tapi aku ngak mai menjadi seseorang yang membanggakan sesuatu, walaupun aku juga senang berbangga diri atas sesuatu, seni misalnya.... Hmmm ini sedikit menyebalkan dan sangan sulit dijalani, aku jadi besilangan terus dengan orang orang di dekatku, beberapa menganggapku gila, tapi aku juga ngak mau di cap menjadi orang baik, dan sedikit berbangga jika dibilang nakal... Ya nakal bukan goblok ya...

  Entahlah aku sedikit benci membicarakan masa lalu kau tau, beberapa orang kadang lupa bagaimana merka seperti itu dan kadang aku juga lupa kenapa aku seperti ini, hidup terlalu sulit untuk di seimbangkan tapi memang harus seimbang, aku sok sok an berfikir keras, jadinya bodoh sendiri... Beberapa orang yang berbicara denganku ya mungkin hanya beberapa yang masuk dalam zona pembicaraanku, aku ngak bilang alu pintar, toh buktinya aku ngak bisa merangkul mereka dan masuk zona mereka, tandanya aku masih bodoh dalam bersosialisasi, hidup ku seakan akan enak dilihat orang, hey dari mananya, aku hampir bisa makan indomie setiap hari, cuman dari segi menikmati mungkin aku bisa dibilang beruntung, menghindari sesuatu yang menurutku tak pas di kantongku, seperti... Melarat adalah pilihan ku, tapi siapa sih yang mau hidup susah, aku juga ingin hidup bisa beli ini - itu, bantu orang tanpa memikirkan diri sendiri... Ah sial

  Ya begini lah, aku hanya belajar menikmati, bukan hanya secangkir kopi lalu berdebat soal rasa - selera - harga dan lain lain, itu sangan menjijikan kalau harus menjatuhkan karna berbeda pilihan.

  Waktunya tidur
  Selamat Pagi

Share:

Minggu, 07 Juli 2019

Cerpen Kamar Mandi #1 Diri


Aku benci dengan semua aturan yang berlaku, disisi lain juga aku membuat aturan ku sendiri.
Aku membangkang merasa diri tal bebas sedang aku sendiri tak membebaskan diriku untuk berfikir.
Berkata sok puitis, berpikir sok kritis
Aku membenci diriku dan sepertinya aku belum bisa berdamai dengan diriku sendiri.
Lucunya, aku seakan akan tidak apa apa, dan berkata semuanya baik baik saja, sedangkan aku menggerutu dibawah lamunanku sendiri.
Mencari makna kebebasan di kamar mandi sambil buang hajat, kupikir itu cukup merdeka, apa lagi ditambah sebatang rokok yang ku minta dari temanku, hanya bermodalkan korek yang tak sengaja ku kantongi milik teman ku, ini sungguh merdeka kurasa, disaat ini aku berdamai dengan diri sendiri, bersepakat bahwa ini waktu yang menyenangkan untuk menyendiri dan menulis unek unek ku sendiri sambil buang hajat.
Pemikiran ku soal menulis kukira minim, tapi banyak.
Rasa malas kadang, bahkan sering menang, itu menyebalkan.
Suara bising ini aku menjadi menggerutu sendiri "ah anjing" ingin selalu aku mengatakan itu setiap waktu, ingin ku maki pembuat bising, sedang aku sendiri adalah pembuat bising.
Bajingan sekali sekarang aku memaki diriku sendiri.

Share:

Senin, 17 Juni 2019

CeMim #1

  Beberapa yang aku ingat, aku berkuliah dengan sobatku Salmat di suaru perguruan tinghi yang sepertinya bergengsi tang dulunya mungkin itu adalah MtsN Sukasari, mungkin masih banyak orang yang aku kenal... Tapi Salman yang paling jelas, kita tak banyak belajar, dan beberapa daat kemudian saat di ruang kelas aku mendapat celmek yang ada namanya, dan seperti biasa pengejaan namaku salah.. kurang huruf 'H'
 
  Berlanjut disana kita berganti ruang belajar, Salman sepertinya mengincar salah satu wanita cantik disana... Aku hanya berbaur dan berkenalan dengan seorang wanita... Kalau tidak salah namanya Rafa, dia sedikit jutek tapi sepertinya dia baik, dan satu lagi gadis yang cantik, tapi aku lupa namanya, dia ternyata satu angkatan dengan Thariq sobatku yang umurnya diatasku 2 tahun, seprang lulusan S2 di Unpad, dan dia mengenalnya.

  Entah kenapa aku melihat Yanti saat berjalan menuju ruang kelas
.. dia seperti ingin menyebrang tali tapi di soraki seperti ingin bunuh diri, aku tak tau pasti, aku hanya berjalan hingga di depan ruang kelas yang seperti puing puing, padahal ruang kelas yang lain sangat elegan, walaupu tadi di salah satu lorong, ada yang menyemprotkan pilok di depan penjaga sekolah.

  Yanti ada di liar ruang kelas, sekilas seperti terjadi kegaduhan, Salman dan orang orang di kreas tadi menghilang, dan tiba tiba ada adik ku di sampingku, dan Bapakku, posisi kami di ruang krlas puing puing, di bawah aku lihat siswa dari sekilah lain sedang sibuk memainkan bom atom bekas sepertinya, mereka memukul pemicunya kr batu dan meledak keras hingga si pemukul musnah, dan dari selongsong bom itu luncul makhluk seperti di game Resident Evil, beberapa orang mznjerit, aku hanya bingung.

 Adiku sedang berlatih seperti kayang dan menyundul bola, entah mengapa Bapakku mengajak Yanti masuk, ternyata dia jago dalam permainan itu, sepertinya itu sebuah permainan, aku juga ternyata jago bermain itu... Dan saat sudah agk kelelahan Yanti tertidur di samping adiku, aku di posisi paling ujung setelah adiku, kita tidur berjejer, ingin sekali rasanya memeluknya dan meminta maaf tapi... Suasana langsung berganti.

  Aku dan Bapaku berada di suasana seperti game World of Warcraft dan aku mempunyai level tinggi, yang hanya menjadi tour guide nya bapakku, dan bapakku lengalahkan beberapa monster, aku memijam kendaraannya untuk pergi ke suatu tempat yang aku sendiri tidak tau, Bapakku kuminta untuk menunggu sebentar, ada beberapa waktu aku sangat lupa posisi ini, intinya aku tak mendapatkan apapun saat kembali, kulihat di Map seperti di galr, bapakku kembali ke puing puing kelas, aku hanya berkendara menuju ke telpat yang sudah dijanjikan, Yanti masih di puing puing itu, baoakku dan aku bertelu dan membicarakan beberapa momen yang aku sendiri lupa, akihrnya aku terbangun..

6.03
Thahir
17/06/19
Share:

Selasa, 11 Juni 2019

Ngayal #4 Venezuela

Selamat malam Nok..
  Sedikit lebih malam aku menulis ini..
  Ya aku baru beres mengurus motor tua ku, kau tau sendiri lah selain memang hobi, aku juga tak punya pilihan lain selain merawatnya, karna itu satu satunya kendaraan ku di tanah Industri ini, jadi untung sekali aku mempunya hobi ini, aku tak terlalu merasakan resah saat mengutak ngatik motor antik ini. Hari ini aku madi sore lagi loh, suatu kemajuan yang mungkin bisa aku banggakan di depan Bapak ku nanti, kau tau sendiri lah dia sering ngomel urusan kebersihan, dan kamu tau sendiri kita mempunyai beberapa kesamaan soal kamar mandi, tapi bedanya kamu lebih pintar merawat diri, facial sana sini jadi tertutup lah semua itu, eh aku tau dari mana? Bukan kah kau yang cerita sendiri ya Nok? Ha ha ha.

  Sudah hampir 2 hari ini aku mengkonsumsi mie instan, jujur saja aku tak betah tapi mau bagai mana lagi warung masih tutup disini karna para pengusaha rumah makan sepertinya merindu di kampung halamannya, aku bisa apa, sedangkan yang buka tinggal rumah makan Padang di pinggir jalan sana, ya kau tau sendiri bukannya aku tak suka makan rendang setiap hari, tapi dompetku tidak memadai untuk seperti itu, jadi terpaksa lah mie instan lagi masuk ke perutku ini. Oh iya aku hari ini lupa untuk membeli beras kiloan, aku terlalu sibuk memikirkan adik ku di kampung, begini aku sayang loh sama adik ku, memang kamu saja yang sayang sama adik adik mu di kampung, aku juga seorang kakak nok, tak mau kalah lah aku dengan mu, terlebih kamu seorang perempuan, eh bukan maksudku merendahkan kamu loh, malah aku kagum dan belajar banyak dari kamu soal mencintai adik he he he, aku juga masih ingat pinta kamu yang bilang untuk di doakan di setiam jum'atan diantara 2 khutbah yang katanya mujarab itu, entah terkabul apa tidak, jikalau ia bukan karna doaku Nok, itu karna kami gigih dengan keinginan mu, toh doaku tak seberapa dengan doa orang tuamu dan adik adik mu itu.

  Sepertinya kamu masih di kampung ya? Wah jujur aku ngak tau, sekarang paling aku hanya memperhatikanmu sekilas, sedikit jual mahal ha ha, enggak juga sih emang aku sudah jarang lihat status mu, bukannya sombong, buktinya aku masih tau kamu lagi dimana.. karna aku tau kamu orangnya narsis Nok he he he, jangan marah, aku cuman mengatakan pendapatku toh. Oh iya entah kenapa aku jadi terfikirkan Venezuela saat ingin membaca buku, kata kata nya sedikit mengarah kesana soalnya, ya kau juga pecinta teori konspirasi kan Nok, apa lagi soal Bumi datar yang dulu sedikit gempar, yang akhirnya masa bodoh, entahlah yang kita tau permainan elite atas sangat mengerikan Nok, ya seperti apa ya... Jika dikatakan Tuhan mungkin terlalu naif, karna mereka tak ada apa apanya, tapi nyatanya mereka skumpulan orang jahat menurutku yang senang mempermainkan lita, bahkan menghancurkan suatu negara seakan sangan mudah, karna pasar mereka yang memegang, itu sangat mengerikan sih kalau di pikir pikir, bahkan soal konspirasi turunnya Soekarno saja aku masih pikir pikir mereka terlibat, dan sepertinya memang seperti itu.

  Manusia itu mudah diadu domba dan mudah berubah Nok, ya ngak sih? Coba pikir pikir, dari tahun ke tahun saja selalu ada cerita baru dan pasti sangat di ingat, aku sih seperti itu, ngak tau kalau kamu, hidup ku seakan seperti roller coaster yang naik turun entah kapan berhenti, cepat sekali, dan terlihat, mengerikan ha ha ha.

  Sebenarnya aku ingin berbicara panjanh lebar, tapi aku sudah terlalu malam menulis ini, nanti mungkin aku lanjut, karna ini pembahasan sedikit runyam.. ya sedikitnya kau paham kan, tapi entah tertarik atau tidak aku tak tau, karna kau tau sendiri aku memang sedikit aneh saat berfikir, mohon di maklum lah.


Thahir
Cikarang 2019
Share:

Senin, 10 Juni 2019

Ngayal #2

  Selamat malam nok...
  Ini jadi terlihat seperti Diary ya? ah tapi sudah lah aku tak peduli, lagi pula aku juga malas berbagi cerita secara lisan kepada orang lain, takutnya aku brtharap lebih, tapi kenyatraanya tidak sebanding dengan yang aku harapkan. Jadi begini beberapa bulan terakhir aku jadi sulit ubtuk fokus, awalnya hanya di tempat kerja, sekarang malah merembet ke pribadiku, ya aku tau aku bukanlah orang yang disiplisn, ayakhku juga sering memarahiku tentang persoalaan ini, dia bilang semua diatur dengan waktu sholat, tidak salah memang, tapi mungkin aku saja yang belum mendapat cara dan alasan yang tepat untuk sholat, aku akui saaat sholat aku merasa nyaman dan sangat bersalah, itu membuatku selalu ingin menangis tapi tidak mengeluarkan air mata, itu sangat mentyebalkan kau tau...

  aku mencoba beberapa kali untuk fokus, aku mengira memang aku kurang tidur, tapi memang waktu tidurku menjadi buruk saaat sudah di perantauan, entah itu efek dari pergaulanku yang salah atau memang akunya yang salah, tapi yang pasti memang aku yang salah karna tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Nok kau tau ini sangant menggangu, ya apalagi aku memeang malas dan tak terlalu senang untuk diingatkan, aku merasa seperti anak kecil, dari pencarian diri ini membentuk diriku menjadi pribadi yang suka mengkritik diriku sendiri, selalu mengevaluasi, tapi jeleknya itu hanya semata mata omong belaka,bahkan sesudah aku memikirkannya, bisa saja aku melakukan hal yang salah lagi dan lagi, belum ada efek jera. eh maaf aku malah jadi curhat he he he

  tak ada yang spesial sih hari ini, seperti biasa, aku kerja, sedikit basa basi meminta maaf bahkan dengan orang yang aku tidak kenal, aneh memang tapi mau bagai mana lagi, basa basi seperti itu sepertinya di perlukan, atau aku saja yang terlalu berfikiran negatif kepada orang orang di sekitarku, aku seakan tak bisa hidup tanpa internet, tapi bisa di lihat sekarang memang sulit melepas itu, menjadi candu, aku bisa melepas semua barang elektronik juka aku ada teman ngobrol, itu pun kalau asik, kalau tidak ya kembali bermain hp, menjijikan  terdengarnya bukan...

  Oh ya kucing kucing depan kontrakan ku masih meminta makan kepadaku, aku lupa tidak membelinya makanan, sial sekali, mungkin besok aku akan pergi ke toko hewan untuk membeli beberapa makanan untuk mereka, Disini sekarang aku tidur ditemani semut semut menyebalkan yang merayapi tibuhku, entak kenapa padahal tak ada makanan di sekitarku, aku nmencoba mencari sarang mereka tapi hasilnya nihil, bukannya aku benci semut ya, mereka hewan lucu berantenan dua yang senang membersihkan sisa sisa makanan, cuman mereka merayapi tubuhku, membuat rasas geli, kadang malah mengigit di bagian yang sulit aku jangkau, ah menyebealkan.

  aku lihat sepertinya aku hanya berkeluh kesah ya Nok..? kalu malas kah? ya memeang mendengarkan keluh kesah orang menyebalkan, but lagi pula aku sedang berkhayal bercerita dengan diriku sendiri ha ha ha, mungkin ku sudahi aku akan mencoba tidur cepat hari ini, aku berniat memperbaiki waktu tidurku untuk sementara

Selamat malam

Thahir
Cikarang 2019
Share: